RSS

Internet Sehat

05 Jan

1-5JUMLAH PENGGUNA INTERNET di Indonesia berdasarkan data dari Google.com/adplanner per Mei 2010 telah mencapai 38 juta orang. Untuk di kawasan Asia, Indonesia masuk dalam 5 besar pengguna Internet terbanyak bersama dengan China, Jepang, India dan Korea Selatan.
Pengguna layanan jejaring sosial Facebook di Indonesia juga menunjukkan angka yang tinggi masih Menurut sumber yang sama, yaitu tercatat sebanyak 28 juta pengguna. Adapun menurut layanan pemeringkat situs Alexa.com, sejumlah situs yang memberikan layanan untuk berbagi informasi dan berkolaborasi mengalami peningkatan pengunjung yang pesat dari Indonesia. Sebutlah selain Facebook, ada layanan Blogspot (blogger.com), WordPress,Youtube, Twitter dan Multiply yang semuanya masuk dalam 20 besar situs yang paling banyak dikunjungi dari Indonesia. Bahkan beberapadiantaranya sudah lebih dahulu bercokol di 5 besar seperti blogspot dan Facebook.Ini menunjukkan bahwa era prosumer informasi, era dimana kini siapapun bisa menjadi produsen sekaligus konsumer informasi dalam saat yang nyaris bersamaan, sudah menjadi keniscayaan, termasuk di Indonesia. Informasi tidak lagi menjadi komoditas yang hanya dapat dipegang oleh segelintir pemilik modal.
Pencarian, pemanfaatan maupun penyebaran Informasi sudah bukan jamannya lagi harus diwaspadai, dikontrol ataupun dibatasi oleh pihak-pihak tertentu.

Tentu saja, tidak semua konten yang ada di Internet memiliki nilai positif dan konstruktif dalam membangun potensi individu, masyarakat maupun negara. Karena tidak dapat dipungkiri pula, Internet bak pisau bermata dua yang dibalik berlimpahnya sisi positif,ketika dimanfaatkan untuk niat yang tidak baik ataupun digunakan secara tidak tepat, akan dapat merugikan dirinya sendiri, ataupun orang lain, baik secara moril maupun materiil.
Masyarakat, khususnya pengguna Internet di Indonesia, harus mendapatkan dorongan dan stimulan untuk semakin banyak menghasilkan peningkatan kualitas dan kuantitas konten lokal. Hanya dengan demikianlah maka berbagai dampak ataupun potensi negatif dari penyalahgunaan Internet ataupun kontennya, dapat ditekan seminimal mungkin dengan gelontoran pemahaman etika ber-Internet dan ketersediaan konten positif yang memadai.
Pastinya meminimalisir dampak negative tersebut bukanlah dengan pendekatan, permintaan ataupun perintah melakukan pemblokiran ataupun penyensoran yang cenderung tidak efektif, membutuhkan kecukupan sumber daya yang relatif mahal dan rentan disalahgunakan untuk meredam kebebasan berekspresi di ranah maya (Internet).

Untuk itulah maka program Internet Sehat yang untuk pertama kalinya diluncurkan di Indonesia pada 2002 oleh ICT Watch memiliki penekanan pada semangat untuk “mengedepankan kebebasan berekspresi dan berinformasi di Internet secara aman , nyaman dan bijak dengan pendekatan swa-sensor (selfcensorship) di tingkat individu dan/atau keluarga seiring dengan upaya peningkatan pertumbuhan konten lokal yang berkualitas dengan cara komunikasi, sosialisasi, edukasi dan advokasi“.(buku Internet Sehat 2010, http://www.internetsehat.org)

Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika juga meluncurkan hal yang serupa dengan program Internet sehat dan aman (INSAN) yang di luncurkan di bulan Agustus 2010.
Program pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yang bertujuan untuk mencegah konten internet yang negatif. Dalam mensosialisasikan program internet sehat dan aman, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan pihak lain, seperti : Kaskus, Universitas Binus, dan beberapa sponsor.
Sosialisasi bagi para netter untuk berinternet sehat dan aman akan terlihat apabila kita menjelajahi situs tertentu di web browser dan mendapatkan sebuah banner yang terpasang di halaman website bertuliskan Internet Sehat dan Aman dengan logo Depkominfo dan INSAN di sisi kiri tulisan.
Adanya banner tersebut bertujuan untuk memberi aba – aba/peringatan bagi para pengguna internet untuk tidak mengakses situs porno saat berselancar di dunia maya. Bila ada netter nakal yang berusaha mengakses situs porno, maka pihak internet service provider secara otomatis akan memfilter situs porno yang anda buka, dengan kata lain akan dilakukan pemblokiran terhadap situs yang dibuka.

Program INSAN dapat dilihat dari situsnya http://www.insan.or.id yang didalamnya terdapat berbagai macam informasi bagaimana cara menggunakan internet secara sehat dan aman dan juga berisi sosialisasi pemerintah Republik Indonesia tentang berinternet secara sehat.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 5, 2013 in Internet Sehat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: