RSS

kiat menangkal konten seksual di ponsel murid

24 Jan

Peredaran konten seksual di ponsel atau yang lebih dikenal denganistilah sexting memang bisa ‘meracuni’ siapa saja, tak terkecualianak-anak.

Sebelum pikiran buah hati kita menjadi tercemardengan kata-kata atau gambar tak senonoh tersebut, ada baiknya paraorang tua memagari mereka.

Berikut kiat untuk menangkal konten esek-esek tersebut yang dikutip detikINET dari Connect Safely, Kamis (11/3/2010):

Bagi GURU:

tips mengatasi mengantuk saat bekerja
1.Mulailah memberi pengertian kepada anak tentang fenomena sexting. Namunbukan berarti Anda lantas menghardik mereka. Intinya adalah jalinkomunikasi awal yang baik dan nyaman dengan si anak.

2. Jikaanak Anda kedapatan memiliki atau saling berkirim konten porno viaponselnya, segera suruh mereka hentikan hal itu. Jelaskan kepada anakbahwa memiliki atau menyebarkan konten seksual lewat ponsel merupakanpelanggaran hukum dan berisiko terhadap sesuatu yang tidak baik.

3.Tetap tenang ketika menghadapi anak yang nakal tersebut, pelajarikondisi kejiwaan si anak pula. Jika mereka sedang ‘panas’, Anda tentujangan ikut ‘panas’ pula.

4. Anda juga harus tetap mengikutiperkembangan teknologi. Situs sosial apa yang tengah digandrungi, danpelajari ancaman-ancamannya.

Bagi MURID:

anak ponsel
a.Jika mendapat foto/kalimat porno di ponsel, jangan lantasmenyebarkannya ke orang lain meskipun ke teman-teman dekat Anda.Mungkin pada awalnya mereka melakukan itu karena iseng, tapi ulahiseng-isengnya itu bisa menjadi senjata makan tuan suatu saat nanti.Seperti tertangkap saat razia di sekolah atau lainnya.

b. Jangantakut untuk menjalin komunikasi dengan orang tua atau sosok yang lebihdewasa lain mengenai masalah sexting ini. Yakinkan para orang tua bahwamereka tidak perlu paranoid mengenai hal itu (sexting).

c. Jikamendapat konten sexting dari teman atau orang yang Anda kenal, berilahpengertian bahwa perbuatan mereka itu berbahaya dan melanggar hukum.

d.Jika aksi nakal teman Anda tersebut masih belum berhenti, ada baiknyajika Anda dengan orang tua ataupun guru berbicara langsung dengan orangtua anak tersebut.

 
 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: